religi
  Liga Italia
 
Tridente Brasil

Awas, Italia! Awas, Eropa! Milan sekarang punya tridente atau trio penyerang menakutkan asal Brasil: Kaka, Ronaldo, dan Alexandre Pato.

Kaka, Pato, dan Ronaldo, trio baru Milan.
 
Nama terakhir paling menarik perhatian. Dalam laga debut bersama Milan di Serie A pada Minggu (13/1) di San Siro, melawan Napoli yang berakhir 5-2, Pato bermain penuh. Ia membuat semua orang kagum.

Selama 94 menit, pemuda berusia 18 tahun ini melepas tujuh tembakan. Enam di antaranya terarah ke gawang dan satu menjadi gol. Statistik tersebut menunjukkan Pato sangat efektif dan berbahaya.

Karena kegemilangan kiper Gennaro Iezzo, penyerang kelahiran Pato Branco yang dibeli dari Internacional Porto Alegre (Brasil) dengan nilai transfer 22 juta euro (306 miliar rupiah) ini hanya mencetak satu gol.

Satu gol itu menggambarkan keistimewaan Pato. Mendapat bola lambung tajam dari belakang, Alex Si Bebek cukup sekali menyentuh bola. Mengandalkan kecepatan, ia melewati bek Napoli dan kemudian menaklukkan Iezzo.

“Saya senang dapat mencetak gol. Saya ingin mendedikasikan gol untuk keluarga dan tunangan saya. Mereka selalu dekat pada saya. Saya fenomena yang sebenarnya? Tidak. Sang Fenomena tetap Ronaldo,” kata Pato di Eurosport.

Kesimpulan penting dari laga pada Minggu lalu, Milan memang pantas membanggakan Pato. Bersama Kaka dan Ronaldo, yang baru pulih dari cedera, Pato membuat I Rossoneri punya trio penyerang menakutkan.

“Kami akan terus memakai sistem tiga penyerang,” ujar pelatih Carlo Ancelotti.

Ronaldo mencetak dua gol. Itu dua gol perdana Sang Fenomena dalam musim ini. Ia baru dua kali tampil. Gol-gol lain dicetak Kaka dan Clarence Seedorf. Ini kemenangan perdana Milan di San Siro dalam Serie A 2007/08.

Totti Menyerah

Pada giornata 18, Inter masih terus melaju. I Nerazzurri mengalahkan tuan rumah Siena 3-2. Penyerang Zlatan Ibrahimovic mencetak dua gol, salah satunya dari titik penalti. Satu gol lagi dipersembahkan gelandang Esteban Cambiasso.

Pemburu Inter, Roma, juga menambah tiga poin. Ahad lalu, I Giallorossi memukul tuan rumah Atalanta 2-1. Setelah tertinggal, I Lupi kemudian unggul berkat gol dari penyerang sekaligus kapten Francesco Totti dan gelandang menyerang Mancini.

Meski menang dan tetap tertinggal tujuh poin dari Inter, Totti menilai Roma mulai menjauh dari La Beneamata. Ya, ia mulai meragukan peluang I Lupi meraih Lo Scudetto. Apa dasar dari maskot Roma itu? Tak lain karena I Nerazzurri masih terus berjaya.

“Sulit mengejar Inter. Mereka menunjukkan ada di atas yang lain. Kami harus mempertahankan posisi di peringkat kedua dan menjauh dari Juventus. Tentu saja akan berbeda kalau Inter mulai kalah. Tapi, jika mereka terus menang tidak banyak yang dapat kami lakukan,” tutur Totti.

Serie A baru memainkan satu laga di tahun 2008, tapi Roma sudah mulai frustrasi. Apa yang dialami Totti dkk. wajar terjadi. Bagaimana tak kesal? Meski ditinggal beberapa pemain pilar karena cedera, Inter terus saja meraih kemenangan.

Kabar bagus bagi Totti dkk. adalah Juventus mulai tertinggal. La Vecchia Signora hanya seri 1-1 dengan tuan rumah Catania. Roma sekarang unggul tiga poin atas Juve.

Bagaimana tanggapan Inter?

“Juventus tertinggal 10 poin dari kami dan Roma ada di depan mereka. Tentu saja sekarang lebih sulit buat Juve. Tapi, jangan lupa, Bianconeri tidak menjalani pertandingan di Eropa. Sejak Februari akan lebih sulit buat kami dan Roma,” kata pelatih Inter, Roberto Mancini. (Riemantono/Foto: AFP)


>> Kembali ke Atas



Mancini Terima Maniche

Pekan lalu, pelatih Inter, Roberto Mancini, mengaku tidak tahu dan tak diajak bicara soal rencana klub mendatangkan Nuno Maniche dari Atletico Madrid. Namun, sekarang Mancini dapat menerima gelandang serbabisa asal Portugal itu.

“Maniche adalah gelandang dengan banyak pengalaman. Ia pemain internasional Portugal dan pasti berguna buat kami," kata Mancio seperti dikutip situs Inter.it. “Maniche dapat bermain atau duduk di bangku cadangan, seperti pemain lain di skuad. Sangat penting ia dapat bermain di Liga Champion,” ujar Mancini.

Pada Jumat (11/1), Presiden Inter, Massimo Moratti, mengonfirmasi I Nerazzurri hampir pasti mendapatkan Maniche dari Atletico dengan status pinjaman sampai Juni nanti. Pada akhir musim, Inter punya opsi mengikat pemain berusia 30 tahun itu dengan nilai transfer 6 juta euro atau sekitar 83 miliar rupiah.

“Saya sudah tidak sabar lagi berada di Inter, salah satu klub terbaik di dunia, di mana hanya pemain terbaik saja yang dapat berada di sana,” ujar Maniche. “Sepakbola Italia lebih mengutamakan fisik dan taktik daripada di Spanyol. Saya berharap menang sebanyak mungkin bersama Nerazzurri dan tetap di sana sampai musim depan,” ucapnya.

Selain gelandang tengah, Maniche juga dapat bermain sebagai gelandang kanan dan kiri. Fakta itu yang membuat Mancini senang. Kehadiran eks pemain Benfica itu akan membuat lini tengah Inter lebih stabil. Hal itu penting mengingat Patrick Vieira dan Dejan Stankovic masih belum dapat bermain.

Setelah Maniche, Moratti menyatakan tak ada pemain baru lagi yang datang pada mercato bulan ini. La Beneamata menggaet Maniche setelah bek tengah Walter Samuel dan gelandang Olivier Dacourt cedera parah. Sebelumnya Inter tak punya rencana mendatangkan pemain di mercato II. (man)

>> Kembali ke Atas

 
  Today, there have been 1 visitors (2 hits) on this page!  
 
This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?
Sign up for free