| link-link |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Sriwijaya FC vs PSMS
Penantian Ayam Kinantan
Partai pembuka babak 8 besar di Stadion Brawijaya, Kediri, Rabu (16/1), amat dinantikan PSMS. Ajang ini akan dijadikan laga balas dendam atas kekalahan mereka dari Sriwijaya FC.
Di tempat netral inilah akan dibuktikan siapa sebenarnya yang paling unggul. Sriwijaya FC dan PSMS sudah saling mengalahkan di LDI, bahkan berbuntut masalah di Copa.
"Inilah ajang pembuktian yang sesungguhnya karena bermain di tempat netral. Inilah kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa PSMS lebih bagus dari Sriwijaya," tegas Freddy Mulli, arsitek PSMS.
Ia memang menyangkal jika ada yang mengatakan kemampuan pasukannya berada setingkat di bawah Sriwijaya FC. "Kami pernah saling mengalahkan. Kekalahan kami terakhir di Palembang karena faktor nonteknis, bukan soal kemampuan," ucapnya. “Saya optimistis di Kediri nanti kami bakal menang.”
Freddy mengaku akan melakukan perubahan formasi tim. Kalau selama ini ia baku dengan 3-5-2, berubah menjadi 4-4-2. Freddy juga akan menurunkan pemain muda Andika Yudhistira Lubis sebagai starter. "Pemain lawan belum tahu karakter Andika," ucap Freddy.
Manajemen PSMS merasa yakin Mahyadi Panggabean dkk. bisa bermain bagus sebab tak ada lagi ganjalan soal gaji. “Sebelum berangkat, semua kewajiban pemain sudah dilunasi," jelas Fachrudin, asisten manajer PSMS.
Sebaliknya mereka merasa beruntung lantaran lawan tengah keletihan seusai menjalani partai semifinal dan final Copa Minggu lalu dalam masa perpanjangan waktu. “Ya, terus terang ini memang melelahkan, tapi pelatih sudah punya antisipasi,” ungkap Charis Yulianto, bek Sriwijaya.
Sebaliknya, Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya, terkesan santai. “Kesuksesan di babak final lalu membuat saya senang karena program pemulihan saya berjalan. Melawan PSMS sama saja. Kami sudah siap, meski bermain kelelahan Minggu lalu,” terang Rahmad. (Ary Julianto/Marwis Umsa)
PRAKIRAAN FORMASI
---------------------------------------
SRIWIJAYA FC (3-5-2): 12-Ferry Rotinsulu (K), 31-Renato Elias, 4-Charis Yulianto, 19-Ambrizal (B), 25-Isnan Ali, 10-Zah Rahan, 29-Wijay, 16-Benben Berlian, 24-Christian Worabay (T), 9-Anorue Obiora, 17-Keith Kayamba (D) Cadangan: 23-Dede Sulaiman, 3-Syafrudin, 22-Slamet Riyadi, 6-Toni Sucipto, Christian Lenglolo, 11-Korinus, 18-Firmansyah, 13-Dian Fachrudin. Pelatih: Rahmad Darmawan
PSMS (4-4-2): 20-Markus Harisson (K), 19-Mahyadi Panggabean, 18-Usep Munandar, 50-Murphy Kumonple, 22-Supardi (B), 77-Gustavo Chena, 24-Legimin Rahardjo, 10-James Koko, 12-Mbom Julien (T), 26-Saktiawan Sinaga, 8-Andika Yudhistira (D) Cadangan: 30-Decky Ardian (K), 5-Agussima, 16-Satrio Syam, 29-Rommy Diaz Putra, 28-Masferi Kasim, 7-Putut Waringin Jati, 13-Tommy Pranata, 33-Andres Formento, 21-Boy Jati Asmara. Pelatih: Freddy Mulli
>> Kembali ke Atas
Hijaukan Kediri
Keinginan bisa menggapai hasil terbaik di ajang Liga Djarum bukan cuma tekad pemain dan ofisial PSMS. Seluruh warga Medan juga berharap agar Gustavo Chena cs. mampu menjadi yang terbaik.
Salah seorang warga Medan yang berharap Ayam Kinantan itu bisa berkokok adalah Yohana Pardede. Putri Gubernur Sumatra Utara, Rudolf Pardede, ini langsung turun tangan.
Guna membangkitkan semangat juang pemain, ia berjanji akan mengerahkan kawan-kawannya dari Malang. “Saya punya banyak kawan di sana sebab pernah menetap di Malang lima tahun. Jarak antara Malang ke Kediri pun tak begitu jauh,” katanya.
Selain itu, Joe--demikian Yohana biasa disapa--akan membagikan seribu kaus kepada fan PSMS agar Brawijaya menjadi hijau sesuai warna kebesaran PSMS. “Saya sudah menitipkannya kepada anggota KAMPAK FC yang berangkat ke Kediri,” jelas cucu tokoh sepakbola T.D. Pardede (alm.) itu.
Sehari sebelumnya, Yohana juga mengundang punggawa PSMS ke kediamannya untuk makan malam bersama. (wis)
>> Kembali ke Atas
|
|
|
|
|
|
| |
Today, there have been 1 visitors (3 hits) on this page! |
|
|
|
|
|
|
|