religi
  Basket
 
Laporan
Bobby Arifin
.................................
dari Los Angeles


Defense Cermat di Saat Genting

Musim lalu, Dirk Nowitzki menyabet gelar most valuable player (MVP). Pemain asal Jerman itu tidak lantas berbunga-bunga. Pasalnya trofi MVP diterima dari Komisioner David Stern mana kala Dallas Mavericks sudah terhenti langkahnya di babak pertama play-off.

Kekalahan yang sungguh menyakitkan para pemain, ofisial, dan fan Dallas. Pasalnya Dallas, berperingkat pertama dengan jumlah 67 kemenangan dan hanya kalah 15 kali, langsung angkat koper usai ditundukkan peringkat delapan Golden State Warriors.

Lampu sorot langsung ditujukan kepada pemain 213 cm ini. Sebagai pemain yang serbabisa, tentu beban pantas dipanggul Dirk. Statistik yang dicatat Nowitzki, sebagai pemain posisi center, hingga 12 Januari menempatkannya di posisi 32 untuk rebound per gim (8,5 rpg), sedangkan untuk blok hanya berada di urutan 80 dengan 0.97 blok per gim.

Berulang kali Dirk mencoba meyakinkan bahwa dia bukanlah pemain center. Ia berharap tugas rebound dan blok dilakukan Erick Dampier dan De Sagana Diop.

Keinginan itu kontan membuat Mark Cuban, pemilik klub, berang. Cuban berharap Dirk bisa meniru permainan Tim Duncan. Di bawah tekanan, pelatih Avery Johnson menata ulang pola permainan Nowitzki, yang memang memiliki naluri menyerang lebih kuat dibanding bermain defense.

Hasil mulai dituai, paling tidak untuk dua gim sebelum bertandang ke Clippers, Dirk berhasil melakukan tiga kali block shot masing-masing saat melawan Golden State Warriors dan Miami Heat. Dua kali berturut pula Dirk mendulang angka kritis yang sangat dibutuhkan rekannya.

Dua kali Dirk berhasil menghentikan laju Stephen Jackson di Golden State, yang berbuah kemenangan bagi Dallas. Saat waktu tinggal dua menit Dirk melakukan block shot dan menahan keunggulan Dallas atas Golden State.

”Sejak awal musim ini Dirk sudah memperbaiki kemampuan bermain defense. Sekarang dia sudah main di dua sisi lapangan, tidak melulu offense,” ucap pelatih Avery Johnson. Pujian itu tentu sangat beralasan karena selain sebagai mesin pencetak angka, Nowitzki mampu menyumbang 26,2 angka per gim di sembilan gim terakhir.

“Sekarang saya harus lebih agresif. Selama ini saya terlalu berhati-hati dalam mengambil keputusan. Saya coba menyeimbangkan pola menyerang dan bertahan,“ jelas Nowitzki saat jumpa pers sebelum bertanding melawan LA Clippers, Minggu (13/1).

Tidak Ada Tekanan



Tidak ada rasa tertekan sedikit pun di raut mukanya. Artinya Dirk tahu dia harus cepat bereaksi memimpin serangan dan juga harus rela beradu badan di bawah ring saat bertahan.

Kunci kemenangan Golden State tahun lalu banyak dicontek oleh tim-tim lain, yaitu dengan men-double-team Dirk. Namun, musim ini Dirk lebih berani masuk ke paint-area. Tampaknya Dirk benar-benar memanfaatkan kelebihannya sebagai pemain seven footer. Dulu Golden State dengan pemain yang relatif lebih kecil sering mengeroyok Dirk di daerah perimeter, tempat favorit Nowitzki melakukan tembakan tiga angka.

“Ha,ha,ha..., sekarang tidak hanya Golden State yang mengeroyok saya di perimeter. Dua pemain mengerubung saya. Saat saya berputar sambil mendribel bola, ada orang ketiga yang entah datang dari mana tahu-tahu bola saya sudah hilang. Sekarang hal ini sudah jamak bagi saya. Jadi saya harus ubah strategi,” ujar Nowitzki. Rupanya Dirk tidak perlu risih membagi resepnya kepada jurnalis yang mengerubunginya.

“Saya harus lebih erat memegang bola. Kalau di-double team, oper ke pemain di seberang. Jika terhalang double team, cepat cepat post-up atau menerobos masuk ke paint-area,“ tutur Dirk.

Perubahan pola defense Dirk Nowitzki ini sudah jadi momok bagi sebagian tim. Don Nelson, mantan pelatih Dirk, pun mengakui sekarang semakin sulit membendung karena pola defense dan permainan post-up yang efektif.

Pertandingan melawan Clippers yang diliput BOLA menjadi pengesahan catatan di atas. Melawan tim yang lebih lemah tapi punya defense yang bagus seperti Clippers, Dallas sudah kewalahan. Sayang, defender Clippers, Quinton Ross, hanya bermain 137 detik. Ross terpaksa keluar akibat cedera mata karena cungkilan tangan pemain Dallas.

Pertandingan yang dari menit pertama selalu dikuasai Clippers dari segi perolehan angka harus berakhir dengan kemenangan sensasional dari tembakan tiga angka Jerrry Stackhouse di detik terakhir. Kemenangan satu poin 95–94 ini diperoleh Dallas dengan susah payah. Begitulah kemujuran Dallas. Permainan defense sangat efektif di dua menit terakhir berbuah sangat manis.

Intinya, seberapa kecil pun sumbangan defense setiap pemain, bisa membawa dampak yang sangat besar. Chris Kaman, center Los Angeles Clippers yang sepanjang pertandingan bermain hebat dengan 5 block shot, harus menangis di akhir pertandingan. Kemenangan di genggaman lepas hanya karena Dallas bermain defense yang cermat di saat yang genting.


>> Kembali ke Atas



Boston Tersihir Washington

Boston Celtics tersandung. Mereka seperti tersihir kelihaian Washington Wizards. Celtics harus menelan kekalahan kelima, 78-85, Sabtu malam di Washington. Kedua tim akan kembali bertemu pada Senin (Selasa waktu Indonesia) di Boston.

“Tak ada waktu bagi yang berhati lembek atau mereka yang tak mampu bangkit. Pasti akan sangat ketat di setiap level, baik itu mental, fisik, maupun emosi,” kata Eddie Jordan, arsitek Wizards.

Kemenangan Sabtu malam memang amat indah bagi Wizards. Mereka mengalahkan tim dengan rekor terbaik saat ini. Wizard belum pernah mengalahkan tim dengan rekor lebih baik dari mereka sejak sang bintang, Gilbert Arenas, cedera awal Desember lalu.

Melawan Wizards, Celtic tak diperkuat Rajon Rondo, yang cedera. Tempatnya sebagai starter point guard diisi Tony Allen. Allen mengakhiri pertandingan dengan empat steal, empat turnover tanpa assist.

“Wizards memang layak menang. Setiap kali kehilangan bola mereka kemudian memenangkan rebound,” kata pelatih Celtics, Doc Rivers. Caron Butler menyumbangkan 16 angka bagi Wizards.

Kevin Garnett, bintang Celtics, menyebut timnya mulai mendapatkan efek dari kemenangan-kemenangan mudah di awal musim. Tiga hari sebelumnya, Celtics juga kalah di kandang sendiri dari Charlotte Bobcats.

“Saya pikir kami harus melakukan eksekusi lebih baik lagi. Banyak tembakan yang gagal. Kami harus lakukan perbaikan pada Senin,” kata Garnett.

“Pasti menjadi pertandingan besar. Mereka pasti lebih siap,” kata DeShawn Stevenson, guard Washington.

Mampukah Celtics membalas atau Washington masih menunjukkan kemampuan sihirnya? (erpe)

>> Kembali ke Atas

 
  Today, there have been 1 visitors (6 hits) on this page!  
 
This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?
Sign up for free