religi
  Copa Indonesia
 
Sriwijaya vs Persipura: 4-1
Pesta Wongkito

Baru tiga tahun diambil alih Pemrov Sumsel, Sriwijaya FC berhasil menggapai salah satu gelar lambang supremasi tertinggi sepakbola Tanah Air. Lewat pertandingan dramatis tim asuhan Rahmad Darmawan menekuk Persipura 4-1 lewat adu penalti, Minggu (13/1) di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.

Kejelian Rahmad mengatur ritme permainan anak buahnya menjadi kunci kesuksesan Sriwijaya. Menyadari stamina pemain terkuras di fase semifinal karena harus mengarungi babak perpanjangan waktu, Rahmad tak memaksakan diri meladeni permainan cepat Tim Mutiara Hitam.

“Belajar dari pengamatan duel melawan Persija terlihat jelas Persipura akan memforsir permainan tempo tinggi pada babak pertama. Pada babak kedua stamina mereka melorot. Ini kelemahan mereka,” ujar Rahmad.

Carlos Renato Elias cs. tak panik saat Persipura unggul terlebih dahulu di awal babak pertama melalui gol Ernest Jeremiah. Sebaliknya, anak-anak Sriwijaya tetap tenang menggempur pertahanan lawan yang kian keropos karena kehabisan napas.

Gol balasan akhirnya diciptakan lewat titik putih oleh Keith Jerome Gump setelah Jack Komboy handball. Kubu lawan salut pada kebugaran pemain Sriwijaya yang tetap terjaga walau hanya punya waktu istirahat sehari setelah laga berat di semifinal. Itu belum terhitung duel melawan PSMS, yang juga diakhiri dengan perpanjangan waktu.

“Kami didera kelelahan fisik yang berat setelah melawan Persija. Sriwijaya bisa memanfaatkan kelemahan itu dan mencetak gol balasan sebelum akhirnya menang adu penalti,” ucap Raja Isa Ba Raja, pelatih Persipura.

Bonus 1,5 Miliar

Arsitek asal Malaysia itu juga menyayangkan begitu banyak duet strikernya, Ernest-Alberto Goncalves, membuang peluang emas di babak pertama. “Kalau mereka bisa tenang sedikit mungkin hasilnya berbeda sebab lawan akan sulit mengejar jika kami unggul 2-0,” kata Raja.

Padahal, dalam duel ini lini belakang Sriwijaya agak pincang karena absennya Charis Yulianto (akibat akumulasi kartu). Rahmad pun terpaksa memodifikasi pola permainan dari 4-4-2 menjadi 3-5-2 karena keterbatasan stok bek tengah.

“Firmansyah memang sudah sembuh dari cedera, tapi terlalu riskan memainkannya. Pola 3-5-2 juga berguna untuk mengimbangi lini tengah lawan yang diperkuat lima gelandang,” ujar Safruddin Fabanyo, asisten pelatih Sriwijaya.

Yang pasti bonus besar menanti Cristian Worabay dkk. Pemrov Sumsel lewat Gubernur Syahrial Usman bakal mengucurkan bonus tak kurang dari Rp 1,5 miliar. “Jumlahnya pasti akan bertambah lagi lewat sumbangan para pengusaha lokal,” kata Syahrial.

Pesta menyambut kesuksesan ini bakal digelar di Palembang setelah babak 8 besar LI. “Semoga kami bisa mengawinkan gelar juara Copa dan liga,” ungkap Baryadi, manajer Sriwijaya. “Ini pesta wong kito (orang kita),” sebut Dedi Pranata, pentolan kelompok suporter Singamania yang mengerahkan pasukan ke Jakarta. (Ario Yosia)

DATA-FAKTA
--------------------------
Sriwijaya vs Persipura: 1-1, 3-0 (adu penalti).
Gol: Ernest Jeremiah 6’ (Persipura), Keith Kayamba 73’ (Sriwijaya). Penalti: Keith Kayamba (berhasil), Eduard Ivakdalam (gagal), Zah Rahan (berhasil), David Da Rocha (gagal), Alberto Goncalves (gagal), Toni Sucipto (gagal), Anaure Obiora (berhasil). KK: Herru Nerly 33’, Ernest Jeremiah 66’ (Persipura), Isnan Ali 40’, Keith Kayamba 74’ (Sriwijaya). Wasit: Jimmy Napitupulu. Stadion: Gelora Bung Karno, Senayan. Penonton: 40.000.
Perjalanan juara:
64 besar: vs PS Palembang 3-3, 2-1
32 besar: vs PSSB Bireuen 0-0, 4-0
16 besar: vs Perseman 2-1, WO
8 besar: vs PSMS 0-2, 4-0
4 besar: vs Pelita 6-5 (adu penalti)
Final: vs Persipura 4-1 (adu penalti)

DISTRIBUSI GELAR DAN HADIAH
--------------------------------------------------------
Juara: Sriwijaya FC (Rp 1,5 miliar)
Runner-up: Persipura (Rp 750 juta)
Peringkat ke-3: Persija (Rp 350 juta)
Tim Fairplay: Pelita Jaya (Rp 75 juta)
Pemain Terbaik: Bambang Pamungkas (Rp 75 juta)
Top Scorer: Alberto Goncalves/Persipura (Rp 75 juta)
Suporter Terbaik: Jakmania (Rp 50 juta)


>> Kembali ke Atas



Ferry Rotinsulu
Tak Mau Disebut Pahlawan

Kiper Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu, bisa dibilang sebagai pahlawan bagi timnya di duel final Copa Dji Sam Soe. Kiper timnas senior itu sukses mementahkan dua dari tiga tendangan pemain Persipura di babak adu penalti.

Hal serupa juga dilakukannya saat menjajal Pelita Jaya di semifinal. Tak heran banyak yang menjagokannya sebagai best player grandfinal Copa.

Toh kehebatan itu tak berlaku. Striker Persija, Bambang Pamungkas, justru disahkan dewan juri pimpinan Jopie Leppel sebagai pemain terbaik.

Walau begitu Ferry tak kecewa. “Tak penting menjadi pemain terbaik. Gelar juara Copa buat tim menjadi target utama saya sejak awal,” ungkap Ferry.

Ferry sendiri menolak jika dirinya disebut bintang laga final karena berhasil mementahkan penalti Eduard Ivakdalam dan David da Rocha. “Jangan bilang saya pahlawan. Rekan-rekan yang lain juga memiliki andil membawa Sriwijaya juara. Tanpa perjuangan mereka menyamakan kedudukan mungkin tak akan terjadi adu penalti,” sebut Ferry.

Menurut Ferry, drama adu penalti tak akan terjadi jika Keith Kayamba Gump tak menyamakan kedudukan melalui titik putih di babak kedua. Dia malah menyebut kegemilangannya itu sebagai faktor keberuntungan.

Karena praktis punya waktu istirahat menjelang final hanya sehari, pelatih Rahmad Darmawan pun sama sekali tak mempersiapkan secara khusus kipernya untuk menghadapi drama adu penalti.

“Namun saya yakin padanya. Dalam sesi latihan rutin sebelum grandfinal saya selalu menginstruksikan pelatih kiper untuk menangani kiper,” ucap Ferry.

Melihat kiprah meyakinkan tersebut, tak tertutup kemungkinan Ferry bakal menyalip dua kiper utama timnas yang ia pecundangi di ajang Copa, Markus Horison (PSMS) dan Jendri Pitoy (Persipura). Apalagi jika Rahmad ditunjuk menjadi pelatih Tim Merah-Putih.

“Saya belum mau memikirkan hal itu. Biarkan semua berjalan seperti air. Jika memang pelatih timnas menganggap saya layak menjadi kiper utama, tentu saya siap,” kata Ferry. (yos)


>> Kembali ke Atas



Tampil di LCA 2009?

Molornya kompetisi Copa Dji Sam Soe dan Liga Indonesia musim ini berimbas tak ikut sertanya jawara dua ajang di Liga Champion Asia 2008.

AFC mengisyaratkan PSSI agar mendaftarkan dua klub pemuncak dua event tertinggi sepakbola Indonesia awal November. Sementara itu tim-tim yang menjadi juara baru diketahui Januari ini.

Keinginan agar PSSI dan BLI memperjuangkan tim juara musim ini bisa mewakili Indonesia pada LCA 2009 disembulkan Sriwijaya FC, yang memastikan diri menjadi kampiun Copa, Minggu (13/1).

“Mewakili Indonesia di LCA merupakan reward juara Copa. Kalau tahun ini tak bisa tampil, kami berharap kesempatan itu diberikan secara otomatis pada 2009,” sebut Baryadi, manajer Sriwijaya FC.

Kans ke arah sana terbuka karena kompetisi LI dan Copa musim 2008 baru dimulai Juni dan mungkin berakhir pada April atau Mei 2009 sehingga PSSI kembali tak bisa mendaftarkan tim juara.

“Alternatif ke arah sana sedang kami retas. Untuk tahap awal AFC dapat memahami kondisi kompetisi di Indonesia. Namun, sikap resmi baru mereka putuskan medio 2008 melalui sidang komite kompetisi,” tutur Joko Driyono, Direktur Kompetisi BLI, yang tengah berada di Kuala Lumpur mengikuti sidang AFC.

Namun, itu bisa berubah, bahkan bisa berujung pahit. Ada kemungkinan hak tampil di Indonesia dicabut karena kasus keterlambatan pendaftaran yang sudah dua kali terjadi.

“Bisa jadi juga jatah kita dikurangi menjadi satu tim. Tapi, kami akan berjuang agar AFC tetap memberi Indonesia jatah dua tim di LCA,” sebut Joko.

Pihak sponsor, khususnya Dji Sam Soe, belum menentukan sikap dengan munculnya kemungkinan baru ini. Sebelumnya sempat terdengar rumor mereka menarik uang subsidi LCA Rp 500 juta pada tim juara Copa musim ini karena mereka tak tampil di LCA.

“Itu masih akan kami bicarakan. Soal pencabutan subsidi, belum ada keputusan resmi dari perusahaan. Namun, apakah penggunaannya bisa dipakai musim depan kita lihat perkembangan,” kata Wiwin Perdana, perwakilan bidang media Dji Sam Soe. (yos)


>> Kembali ke Atas



Rahmad Darmawan
Ingin Kawinkan Gelar

Pelatih Rahmad Darmawan bisa dibilang sebagai tokoh kunci keberhasilan Sriwijaya FC menjadi juara Copa Dji Sam Soe. Di bawah komandonya, Tim Wongkito menjelma menjadi kekuatan menakutkan musim ini.

Gelar juara buat Sriwijaya menjadi kesuksesan lanjutan bagi Rahmad setelah sebelumnya berhasil membawa Persipura juara LI 2005. Apakah kesuksesan ini akan membawa arsitek asal Lampung ke tangga timnas? Berikut petikan wawancara BOLA dengan Rahmad setelah pertandingan.

“Saya menganggap keberhasilan kami menjadi juara tak lepas dari faktor keberuntungan. Persipura tim kuat. Hal itu ditunjukkan dengan keberhasilan mereka mencuri gol terlebih dahulu. Saya bersyukur karena anak-anak tak panik saat tertinggal.

Gelar Copa merupakan pencapaian luar biasa bagi kami karena saat di awal musim saya sama sekali tak diberikan target apa-apa oleh pengurus. Kalau kemudian lambat-laun akhirnya bisa terwujud, itu merupakan hasil kerja keras pemain, pengurus, dan staf ofisial. Tak terkecuali para suporter yang selalu setia mendukung kami dari pinggir lapangan.

Saya berharap hasil ini tak lantas membuat pemain puas. Masih ada ajang 8 besar Liga Indonesia pekan ini. Mereka harus kembali berkonsentrasi agar bisa mengulangi kesuksesan Copa.

Tak mudah memang karena selain waktu istirahat yang singkat Sriwijaya juga berhadapan dengan lawan-lawan yang berat. Namun, jika tetap bisa menjaga semangat yang muncul di Copa, saya optimistis kami bisa mengawinkan gelar juara musim ini.

Menjadi pelatih timnas belum terlintas dalam pikiran saya. Menjadi nakhoda Tim Merah-Putih merupakan suatu takdir bagi saya. Kalau memang garis tangan membawa saya ke sana, pasti kesempatan akan datang.” (yos)

RAHMAD DARMAWAN
---------------------------------------
Panggilan: Rahmad, RD
Lahir: Metro (Lampung), 28 November 1966
Istri: Eti Yuliawati
Anak: Febia Aldina dan Ravali Agung
Hobi: Menyanyi, bermain bulutangkis
Sertifikat Kepelatihan: International license 2004
Karier
Persikota 2000-2004
2005 Persipura
2006 Persija
2007 Sriwijaya FC

>> Kembali ke Atas

 
  Today, there have been 1 visitors (5 hits) on this page!  
 
This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?
Sign up for free