Tokoh reformasi yang juga mantan Ketua MPR Dr. Amien Rais mengajak masyarakat Indonesia memaafkan mantan Presiden Soeharto
Hidayatulllah.com—Lokomotif reformasi, Dr. Amin Rais mendesak pemerintah memberikan maaf secara resmi kepada Pak Harto. Pernyataan ini disampaikan mantan Ketua MPR itu di rumahnya di Pandeansari, Depok, Sleman, kemarin.
”Melihat kondisinya, kemungkinan besar Pak Harto sudah tidak akan bersama kita lagi. Marilah kita tinggalkan segala bentuk pernak-pernik pertimbangan hukum, saat ini kita sedang berpacu dengan waktu,” ujar tokoh yang berperan dalam pelengseran Soeharto tahun 1998 itu.
Menurut Amin, pemberian maaf ini menurut Amien tidak perlu dengan memperdebatkan soal legal formal, seperti perihal pencabutan Tap MPR No 11/1998 soal pengusutan kasus korupsi, kolusi,dan nepotisme (KKN) Pak Harto dan kroninya. Kendati demikian, maaf ini menurut Amien tidak berlaku bagi kroni-kroni Pak Harto.
”Saya mengimbau masyarakat dan pemerintah segera memberi maaf. Khusus pemerintah, pemberian maaf ini diberikan secara resmi. Sikap ini saya ambil berdasarkan perenungan dan kontemplasi panjang,” tegasnya.
Lebih jauh Amien mengemukakan,dengan kondisi Pak Harto seperti sekarang, pendekatan moral keagamaan jauh lebih unggul dibandingkan pendekatan hukum. Apalagi sejauh ini pendekatan hukum juga tidak memiliki hasil yang jelas.
”Bagaimanapun,Pak Harto bisa menjadi tokoh seperti itu tak lepas dari kesalahan kolektif semua pihak.Termasuk 1.000 anggota MPR yang selalu tidak berani mengoreksi dan mengkritiknya,” jelasnya. Ke depan, tambah Amien, dia berharap tidak ada lagi tokoh nasional yang antikritik serta tidak pernah bersedia dikoreksi. Dengan begitu, fenomena pemimpin model Pak Harto tidak terulang lagi.
Amien juga meminta kepada para ahli hukum agar jangan berbicara lantang seperti pahlawan hanya pada saat Pak Harto sakit.
”Sementara saat Pak Harto sehat dan bugar semua diam,”jelas Amien. Ketua Majelis Pertimbangan Partai DPP PAN itu mengungkapkan, jika pemerintah masih ingin menyelesaikan kasus ini secara hukum, dia berharap ada terobosan yang istimewa.
”Ini harus dilakukan secepat mungkin mengingat kondisi Pak Harto yang sudah semakin kritis. Secepatnya pemerintah bisa mencari terobosan hukum,”terangnya. Amien juga menyampaikan pemberian maaf ini tidak perlu menunggu permintaan maaf dari keluarga Cendana.
”Mungkin keluarga Pak Harto masih arogan tidak mau meminta maaf, tetapi itu tidak penting.Saat dia diturunkan paksa oleh masyarakat, paling tidak menunjukkan bahwa dia salah kepada masyarakat,” tegasnya. Ajakan Amien agar rakyat memaafkan Pak Harto disambut positif keluarga besar Pak Harto.
Imbauan agar pemerintah memberikan maaf kepada Pak Harto juga disampaikan Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin. Menurut Hilmi,kata maaf menjadi pertanda ketulusan dan kebesaran jiwa untuk menerima penguasa Orde Baru itu sebagai pemimpin besar sekaligus manusia biasa dengan segala kelemahannya.
”Marilah kita berhenti menjadikan masa lalu sebagai kambing hitam,” kata Hilmi kemarin